Database dan Security

Kualitas informasi tergantung pada empat hal yaitu akurat, tepat waktu, relevan dan ekonomis. Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan bagi pengguna yang menerima dan memanfaatkan informasi tersebut. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Dalam prakteknya, mungkin dalam
penyampaian suatu informasi banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak isi dari informasi tersebut. Informasi dikatakan akurat jika mengandung komponen, yaitu sebagai berikut :

  •  Completeness, berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi tidak lengkap akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.
  • Correctness, berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kebenaran.
  • Security, berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki keamanan. Informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, informasi yang usang (terlambat) tidak mempunyai nilai yang baik bagi pengguna tertentu, sehingga bila digunakan sebagai

dasar dalam pengambilan keputusan akan berakibat fatal. Saat ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologiteknologi mutakhir untuk mendapatkannya, mengolah dan mengirimkannya. Informasi harus mempunyai relevansi atau manfaat bagi si pengguna. Relevansi informasi untuk satu pengguna tertentu dengan yang lainnya berbeda. Informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya. Penggunaan internet dan jaringan serta teknologi informasi lainnya bagi perusahaan atau organisasi adalah suatu keniscayaan .untuk mendukung komunikasi dan kerjasama perusahaan, dan berbagai proses yang dijalankan baik di jaringan perusahaan ataupun dengan
pelanggan dan mitra bisnis. Perusahaan mengembangkan aplikasi lintas fungsi perusahaan terintegrasi yang melintasi batas fungsi tradisional bisnis agar dapat merekayasa ulang dan meningkatkan proses bisnis di semua lintas fungsi perusahaan. Software-software yang banyak dipakai adalah ERP, CRM dan SCM dari SAP, Peoplesoft atau Oracle. Software ini berfokus untuk mendukung proses bisnis terintegrasi yang terlibat dalam operasional bisnis. Arsitektur aplikasi perusahaan menggambarkan hubungan antar aplikasi perusahaan
lintas fungsi yang memberikan kerangka kerja konseptual untuk membayangkan berbagai komponen dasar proses dalam interface dari e-business. ERP (Enterprise Resource Planning) berfokus pada efisiensi produk internal perusahaan, distribusi dan proses keuangannya. CRM (Customer Relationship Management) berfokus pada proses dan mendapatkan dan mempertahankan pelanggan yang berharga meliputi pemasaran, penjualan dan layanan. PRM
(Partner Relationship Management) bertujuan mendapatkan dan memelihara para minatra untuk meningkatkan penjualan dan ditribusi produk. SCM (Supply Chain Management) fokus pada pengembangan resources dan proses mendapatkan yang efisien dan efekif. Knowledge
Management berfokus pada alat untuk mendukuing kerjsa sama kelompok dan pengambilan keputusan. selengkapnya dapat diuduh melalui link :SIM-Anggur-DataSecurity rev2, pdf

Posted in Uncategorized | Comments Off on Database dan Security

Implementasi E-business di Indonesia (studi kasus: PT Summit Oto Finance)

Perkembangan teknologi informasi menunjang pengembangan bisnis di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari tumbuh kembang bisnis online yang kian marak. Dalam pengembangan bisnis tersebut, perusahaan dapat melakukan ekspansi kearah pasar yang lebih luas serta segmentasi pasar yang beragam. Teknologi informasi menjadikan bisnis perusahaan menggeser perdagangan tradisional kearah perdagangan digital. Perkembangan tersebut juga ditunjang dengan tingginya para pengguna internet sebagai media informasi sehingga wawasan akan produk dan keunggulan produk kian bertambah.
Pada perusahaan, perkembangan teknologi informasi dijadikan sarana e-bisnis yang dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan. Dengan penerapan ERP, perusahaan dapat dikatakan mengurangi tumpukan dokumen-dokumen yang penting bagi perusahaan. Peningkatan produksi pun dapat ditingkatkan karena perusahaan dapat dengan mudah menginformasikan apa-apa yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menjalankan bisnisnya.
E-bisnis dalam pelaksanaannya tidak jarang menemui kendala yang dipandang sangat krusial. Misalnya koneksi internet yang tidak selalu on-line yang menyebabkan transfer informasi menjadi tersendat. Hal ini seharusnya tidak terjadi pada perusahaan yang memanng memerlukan akses informasi yang cepat. Seperti PT Summit Oto Finance, perusahaan tidak hanya bersaing dengan perusahaan pembiayaan lainnya namun juga bersaing dengan waktu pelayanan pada saat dealer meminta purchasing order agar motor dapat segera dikirim kepada konsumen.
Pesatnya teknologi informasi tidak hanya menimbukan manfaat yang besar, tapi juga membuka celah para peretas untuk dapat mengakses jaringan perusahaan padahal orang tersebut tidak diperkenankan. Baiknya perkembangan teknologi informasi ini juga dimbangi dengan kemampuan membangun database security sehingga data perusahaan dapat terjaga dengan baik. Selain itu, perusahaan yang memanfaatkan e-bisnis sebaiknya selalu meng-up-date perangkat keras dan perangkat lunaknya guna menjaga kelangsungan transfer data informasi yang memang dilakukan demi mencapai tunjuan perusahaan.
Perkembangan e-bisnis perusahaan juga baiknya ditunjang dengan sumberdaya manusia yang handal, yang dapat mengoperasikan perangkat elektronik seperti computer. Dengan tingginya keterampilan dalam pengoperasian komputer tersebut diharapkan efisiensi dan efektifitas kerja dari karyawan dapat tinggi pula, sehingga produktifitas perusahaan baik pada barang maupun jasa dapat lebih ditingkatkan. Selain itu juga keterampilan sumberdaya manusia perusahaan dalam hal computer berguna untuk mengimbangi kemampuan komputer dari karyawan perusahaan lain yang memang memiliki kerjasama dengan perusahaan. Penyeimbangan keterampilan ini diharapkan dapat meningkatkan alur transfer informasi yang lebih cepat anat perusahaan.

untuk lebih lengkap dapat dilihat di : Implementasi E-bisnis di Indonesia Nurdin

Posted in Uncategorized | Comments Off on Implementasi E-business di Indonesia (studi kasus: PT Summit Oto Finance)

Konwledge Management dan Pembentuknya

Knowledge Management dan Pembentuknya

Oleh : Nurdin nurhayadi Kosasih

Istilah Manajemen Pengetahuan baru marak digunakan sekitar tahun 1990. Walaupun pemikiran mengenai manajemen pengetahuan telah berkembang pada tahun-tahun sebelumnya. Para pionir yang mengkajinya secara akademis diantaranya Peter Ducker di tahun 70-an, kemudian Karl-Erik Sveiby di akhir 80-an, serta Nonaka dan Takeuchi pada 1990. Perkembangan manajemen pengetahuan banyak dipengaruhi oleh perubahan waktu, ekonomi, sosial, dan teknologi. Globalisasi membawa kesempatan baru dan peningkatan kompetisi yang merupakan tantangan bagi organisasi-organisasi. Awalnya organisasi-organisasi terutama organisasi bisnis, mencoba mendongkrak produktifitas dan keuntungan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan teknologi jaringan. Manajemen pengetahuan pun sempat diidentikan dengan teknologi informasi. Pembahasan mengenai manajemen pengetahuan dapat dimulai dari menjabarkan komponen pengetahuan yaitu data, informasi, dan pengetahuan itu sendiri.

Data

Data adalah kumpulan angka atau fakta objektif mengenai sebuah kejadian atau hal tanpa konteks dan penafsiran. Data disebut juga sebagai data mentah, karena bentuk fakta maupun angka tersebut tidak bermanfaat bagi yang menggunakannya apabila ia tidak mempunyai nilai dan makna. Data merupakan bahan baku yang harus diolah dan disusun terlebih dahulu sedemikian rupa sehingga berubah sifat dan fungsinya menjadi informasi. Untuk itu, data dapat diubah menjadi informasi dengan menambah nilainya melalui konteks, kategorisasi, kalkulasi, koreksi, dan pengendapan.

Data adalah simbol yang belum diinterpretasi, informasi adalah data yang sudah diberi makna, dan pengetahuan adalah sesuatu yang memungkinkan orang memahami.

Data adalah hasil observasi terhadap dunia luar, informasi adalah data yang mengandung relevansi dan tujuan penggunaan, dan pengetahuan adalah informasi yang memiliki nilai atau kegunaan

Informasi

Informasi adalah data yang diorganisasikan atau dikelola sehingga mempunyai arti. Informasi dikemas sebagai sebuah pesan, biasanya dalam bentuk dokumen atau komunikasi yang terdengar atau terlihat (audio visual) dan bertujuan untuk mengubah cara pandang penerimanya terhadap sesuatu, yang berpengaruh pada penilaian dan tingkah laku. Selanjutnya, informasi yang terdiri dari data yang sudah diolah akan memiliki nilai dan mulai bermanfaat bagi yang menggunakannya.

Informasi tidak bermakna, tetapi menjadi pengetahuan yang bermakna setelah diinterpretasi.

Informasi terdiri dari fakta dan data yang terorganisasi untuk menggambarkan situasi dan keadaan tertentu, sementara pengetahuan terdiri dari kebenaran dan keyakinan, perspektif dan konsep, penilaian dan harapan, metodologi dan knowhow.

Informasi berawal dari suatu aliran pesan – pesan bermakna, tetapi lalu menjadi pengetahuan setelah komitmen dan keyakinan muncul akibat dari pesan – pesan tersebut.

Pengetahuan

pengetahuan adalah informasi yang telah memiliki nilai dan kegunaan. Pengetahuan adalah pemahaman seseorang yang didapatkannya dari informasi. Pengetahuan tidak terletak pada informasi, akan tetapi terletak pada diri seseorang. Karena dengan didukung oleh pengalaman yang dimiliki seseorang itu, maka informasi yang semula telah tersedia selanjutnya dikembangkan dan terus dilakukan pembaharuan hingga akhirnya terbentuk menjadi sumber pengetahuan. Pengetahuan adalah kebiasaan, keahlian atau kepakaran, keterampilan, pemahaman, atau pengertian yang diperoleh dari pengalaman, latihan atau melalui proses belajar.

Bentuk-bentuk Pengetahuan

Peter Drucker dalam The New Realities (1966) menyatakan bahwa pengetahuan adalah informasi yang mengubah sesuatu atau seseorang, dengan menjadikannya dasar untuk bertindak atau dengan membuat individu (atau institusi) mampu dari yang lain atau lebih efektif bertindak. Untuk menggunakan pengetahuan sehingga dapat berfungsi seperti yang Peter Drucker katakan, kita perlu memahami bentuk-bentuk pengetahuan karena masing-masing pengetahuan membutuhkan perlakuan yang berbeda pula ketika memanfaatkannya.

Michel Polanyi (1966) membedakan pengetahuan dalam dua bentuk yaitu pengetahuan eksplisit dan pengetahuan tacit. Pengetahuan eksplisit atau terkadang disebut pengetahuan formal bisa disampaikan dalam bahasa, juga termasuk nomor dan kata, tanda matematika, spesifikasi, manual. Pengetahuan eksplisit juga siap disebar pada yang lainnya. Selain itu pengetahuan eksplisit bisa dengan mudah diproses oleh komputer, alat elektronik, atau basis data penyimpanan. Sedangkan pengetahuan tacit, yaitu pengetahuan yang tersimpan dalam pengalaman individu dan faktor-faktor tak berwujud, seperti kepercayaan pribadi, perspektif, dan sistem nilai. Pengetahuan tacit susah untuk diartikulasikan dengan bahasa formal. Isinya mencakup pemahaman pribadi, intuisi, dan firasat. Sebelum dikomunikasikan pengetahuan tacit harus diubah dalam bentuk kata-kata, model, atau angka-angka yang dapat dipahami. Ada dua dimensi dalam pengetahuan tacit, yaitu:

1.      Dimensi Teknis (prosedural): Ini meliputi segala hal informal dan ketrampilan yang sering diberi istilah know-how.

2.      Dimensi Teori: Ini terdiri dari model kepercayaan, persepsi, ideal, nilai-nilai, mental yang mengakar dalam diri kita begitu saja. Meskipun mereka tidak bisa dilafalkan dengan mudah, dimensi ini membentuk cara kita merasakan dunia sekitar.

Proses Pembentukan Pengetahuan

Nonaka dan Takeuchi (The Knowledge Creating Company, 1995; 63-69) lebih lanjut mendiskusikan empat gaya konversi atau ciptaan pengetahuan yang diperoleh dari kedua macam pengetahuan:

Sosialisasi

Sosialisasi meliputi kegiatan berbagi pengetahuan tacit antar individu. Istilah sosialisasi digunakan, karena pengetahuan tacit disebarkan melalui kegiatan bersama – seperti tinggal bersama, meluangkan waktu bersama – bukan melalui tulisan atau instruksi verbal. Dengan demikian, dalam kasus tertentu pengetahuan tacit hanya bisa disebarkan jika seseorang merasa bebas untuk menjadi seseorang yang lebih besar yang memiliki pengetahuan tacit dari orang lain. Dalam prakteknya, sosialisasi dilakukan melalui kegiatan penangkapan pengetahuan lewat kedekatan fisik seperti interaksi antara pimpinan dan pegawai, pimpinan dengan pimpinan, pegawai dengan pegawai.

Externalisasi

Eksternalisasi membutuhkan penyajian pengetahuan tacit ke dalam bentuk yang lebih umum sehingga dapat dipahami oleh orang lain. Pada tahap eksternalisasi ini, individu memiliki komitmen terhadap sebuah kelompok dan menjadi satu dengan kelompok tersebut. Dalam prakteknya, eksternalisasi didukung oleh dua faktor kunci. Pertama, artikulasi pengetahuan tacit – yaitu konversi dari tacit ke eksplisit – seperti dalam dialog. Kedua, menerjemahkan pengetahuan tacit dari para ahli ke dalam bentuk yang dapat dipahami, misalnya dokumen, manual, dsb.

Kombinasi

Kombinasi meliputi konversi pengetahuan eksplisit ke dalam bentuk himpunan pengetahuan eksplisit yang lebih kompleks. Dalam prakteknya, fase kombinasi tergantung pada tiga proses berikut:

a)      Pertama, penangkapan dan integrasi pengetahuan eksplisit baru – termasuk pengumpulan data eksternal dari dalam atau luar institusi kemudian mengkombinasikan data – data tersebut.

b)      Kedua, penyebarluasan pengetahuan eksplisit tersebut melalui presentasi atau pertemuan langsung.

c)      Ketiga, pengolahan pengetahuan eksplisit sehingga lebih mudah dimanfaatkan kembali – misal menjadi dokumen rencana, laporan data pasar, dsb

Internalisasi

Terakhir, internalisasi pengetahuan baru merupakan konversi dari pengetahuan eksplisit ke dalam pengetahuan tacit organisasi. Individu harus mengidentifikasi pengetahuan yang relevan dengan kebutuhannya di dalam pengelolaan pengetahuan tersebut. Dalam prakteknya, internalisasi dapat dilakukan dalam dua dimensi. Pertama, penerapan pengetahuan eksplisit dalam tindakan dan praktek langsung. Contoh melalui program pelatihan. Kedua, penguasaan pengetahuan eksplisit melalui simulasi, eksperimen, atau belajar sambil bekerja.

Dalam prakteknya, manajemen pengetahuan sering mencakup pengidentifikasian dan pemetaan aset intelektual di dalam organisasi, membangkitkan pengetahuan baru untuk pemanfaatan kompetisi di dalam organisasi, pembuatan sejumlah informasi perusahaan yang dapat diakses secara luas, berbagi praktek terbaik, dan teknologi yang memungkinkan semua hal tersebut, termasuk groupware dan intranet. Pemahaman tersebut memberi pemahaman yang jelas tentang manajemen pengetahuan dan posisi teknologi informasi dalam manajemen pengetahuan. Dengan demikian, diketahui bahwa teknologi hanyalah sebuah alat dan manajemen pengetahuan membutuhkan teknologi untuk efektivitas praktiknya.

Daftar Pustaka

Davenport, T.H. Information Ecology : Mastering the Information and Knowledge Environment. New York : Oxford University Press, 1997, h. 9

Nonaka, I and Takeuchi, H. The knowledge Creating Company : How Japanese Company Create the Dynamics of Innovation. Oxford : Oxford University Press, 1995, h.58

Spek,R.v.d and Spijkervet, A. Knowledge Management : Dealing Intelligently with knowledge. Utrecht : Kenniscentrum CIBIT, 1997. h. 21

Sveiby, K.E. The New Organizational Wealth : Managing and Measuring Knowledge – based Assets. San Fransisco : Berret- Koehler, 1997, h. 42.

Wig, K.M, Knowledge Management Foundation : Thingking about Thingking – How People and Organizations Create, Represent and Use Knowledge. Arlington, TX : Schema Press, 1993, h. 73

Posted in Uncategorized | Comments Off on Konwledge Management dan Pembentuknya

Hello world!

Welcome to Blog Mahasiswa MB IPB. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging! Url your blog Blog Mahasiswa MB IPB

Posted in Uncategorized | 1 Comment